Perbedaan dan Cara Kerja Jenis-Jenis Sensor

 1. Sensor Temperature 

Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik sesuai dengan suhunya
    1. dht11: module sensor yang berfungsi untuk mensensing objek suhu dan kelembaban yang memiliki output tegangan analog yang dapat diolah lebih lanjut menggunakan mikrokontroler. Module sensor ini tergolong kedalam elemen resistif seperti perangkat pengukur suhu seperti contohnya yaitu NTC.
      • Cara kerja: Resistor NTC memiliki karakteristik yang mana nilai resistansinya berbanding terbalik dengan kenaikan suhu. Di mana jika suhu yang terdeteksi oleh sensor semakin tinggi, maka nilai resistansi NTC akan semakin kecil.
    1. dht22: merupakan sensor yang dapat mengukur suhu dan juga kelembaban, sensor berikut ini mempunyai keluaran berwujud sinyal digital. Sensor DHT22 ini mempunyai pengaturan yang sangat akurat dengan bayaran suhu ruang pengaturan dengan nilai yang tersimpan yang ada di dalam memori OTP terpadu. 
    2. lm35: komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian ini berupa komponen elektronika yang diproduksi oleh National Semiconductor.
      • Cara kerja: Prinsip kerja sensor LM35 akan melakukan penginderaan pada saat perubahan suhu setiap suhu 1 ºC akan menunjukan tegangan sebesar 10 mV. Sinyal suhu di sekitar ruangan akan di deteksi oleh sensor LM35 dimana sensor LM35 mendeteksi sinyal dalam bentuk tegangan.
    1. ds18b20 : sensor pengukur temperatur atau suhu yang dapat dihubungkan dengan mikrokontroler. Sensor ini memiliki keluaran digital sehingga tidak membutuhkan rangkaian ADC, tingkat keakurasian serta kecepatan dalam mengukur suhu memiliki kestabilan yang lebih baik dari sensor suhu lainnya.

Perbedaan antara DHT11 dan DHT22

Perbedaan antara DHT11 dengan DHT22 antara lain:
    1. Range pengukuran suhu. Dimana DHT11 (0℃-50℃), sedangkan DHT22 (-40℃-80℃).
  1. Akurasi pengukuran suhu. Dimana DHT11 memiliki akurasi 2℃ sedangkan DHT22 adalah 0.5℃.
  2. Range pengukuran kelembaban. DHT11 (20%-80%) sedangkan DHT22 (0%-100%).
  3. Akurasi pengukuran kelembaban. DHT11 memiliki akurasi 5% sedangkan DHT22 sebesar 2%-5%.
  4. Kecepatan update data. DHT11 setiap 1 detik sekali sedangkan DHT22 2 detik sekali.

Gambar lebih jelas mengenai DHT11/22.

2. Water level  

Water level merupakan sensor yang berfungsi untuk mendeteksi ketinggian air dengan output analog kemudian diolah menggunakan mikrokontroler. Cara kerja sensor ini adalah pembacaan resistansi yang dihasilkan air yang mengenai garis lempengan pada sensor.

 

3. Sensor Jarak 

Sensor jarak adalah sebuah sensor mampu mendeteksi keberadaan benda di dekatnya tanpa kontak fisik. Sensor jarak sering memancarkan elektromagnetik atau berkas radiasi elektromagnetik (inframerah, misalnya), dan mencari perubahan dalam bidang atau sinyal kembali.

    1. Infrared: Sensor inframerah (IR) adalah perangkat elektronik yang mengukur dan mendeteksi radiasi infra merah di lingkungan sekitarnya.  

      • Cara kerja: Prinsip kerja sensor infrared adalah ketika sensor memancarkan radiasi, ia mencapai objek dan sebagian radiasi dipantulkan kembali ke penerima IR. Berdasarkan intensitas penerimaan oleh penerima IR, keluaran dari sensor ditentukan.
    2. Ultrasonik: sebuah sensor yang berfungsi untuk mengubah besaran fisis (bunyi) menjadi besaran listrik dan sebaliknya. 

      • Cara kerja: pada prinsip dari pantulan suatu gelombang suara sehingga dapat dipakai untuk menafsirkan eksistensi (jarak) suatu benda dengan frekuensi tertentu
    3. Led: singkatan dari Light Emmiting Diode adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya apabila mendapatkan aliran tegangan maju, atau dialiri tegangan layaknya dioda dengan konfigurasi tegangan maju. LED dapat diartikan sebagai sebuah dioda yang dapat memancarkan cahaya, karena komponen ini memang termasuk dalam keluarga dioda.

      • Cara kerja: Cara kerja sensor ini yaitu ketika sensor tidak mendeteksi cahaya, maka akan menyalakan led. Dan ketika sensor mendeteksi cahaya, maka LED mati.
    4. VL53L4CD: jenis sensor untuk memberikan pengukuran jarak yang sangat akurat dari hanya 1 mm hingga 1300 mm. Pemancar laser generasi baru dengan 18° FoV meningkatkan kinerja di bawah cahaya sekitar, dengan kecepatan berkisar hingga 100 Hz.

4. Lidar

LIDAR adalah sebuah teknologi peraba jarak jauh optik yang mengukur properti cahaya yang tersebar untuk menemukan jarak dan/atau informasi lain dari target yang jauh. Metode untuk menentukan jarak menuju objek atau permukaan adalah dengan menggunakan pulsa laser.

5. Cahaya

Sensor cahaya adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah energi dari foton menjadi elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron.

 LDR: Sensor Cahaya Light Dependent Resistor (LDR) adalah suatu bentuk komponen yang mempunyai perubahan resistansi yang besarnya tergantung pada cahaya. Cara kerja dari sensor ini adalah mengubah energi dari foton menjadi el- ektron, umumnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron.

  1.  LDR: Sensor Cahaya Light Dependent Resistor (LDR) adalah suatu bentuk komponen yang mempunyai perubahan resistansi yang besarnya tergantung pada cahaya. Cara kerja dari sensor ini adalah mengubah energi dari foton menjadi el- ektron, umumnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron.

  2. Photodiode: Sensor photodioda adalah salah satu jenis sensor peka cahaya (photodetector). Jenis sensor peka cahaya lain yang sering digunakan adalah phototransistor. Photodioda akan mengalirkan arus yang membentuk fungsi linear terhadap intensitas cahaya yang diterima. 

 

 

 

 

 
 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Subneting

HOW TO USE HAPROXY IN CENTOS 7